5 Alasan Memilih Hotel Tibera untuk Menginap di Bandung

Sekali sebulan, saya punya ritual sehari bermalasmalasan di sebuah hotel. Selain ingin mencari suasana baru, saya juga ingin memanjakan diri dan mengistirahatkan pikiran sejenak dari kesibukan harian. Hitunghitung bersyukur dan menghadiahi diri sendiri.

Biasanya, selama satu hari penuh, saya akan bermalasmalasan di hotel tersebut. Syukursyukur kalau hotelnya punya area luas untuk berjalanjalan atau melakukan aktivitas lainnya. Kalau tidak, saya hanya akan tidurtiduran di kamar hotel dan sesekali turun ke restorannya. Karenanya, penting bagi saya mendapatkan hotel yang nyaman dan tidak membosankan untuk menghabiskan lazy day saya.

Awal April, secara random saya membooking kamar di Hotel Tibera Continue reading

Advertisements

Tarif Profesional

Beberapa waktu lalu media sosial sempat heboh dengan beredarnya screen capture percakapan seorang penulis best seller dengan panitia penyelenggaraevent sastra kelas ASEAN. Dalam percakapan tersebut, penulis best seller, yang sepertinya diwakili manajernya, menyampaikan syarat untuk menjadikannya nara sumber dengan tarif 25.000.000 di luar transportasi dan penginapan. Panitia penyelenggara (yang adalah penulis juga) nampak kaget dan gusar dengan tarif yang dirasanya terlalu besar untuk penulis best seller tersebut. Menurutnya, tarif tersebut adalah tarif penulis peraih Nobel, bukan sekelas penulis Indonesia yang belum punya penghargaan sastra, meskipun semua buku si penulis laris bak kacang goreng.

Percakapan penulis dan penyelenggara event tersebut mengingatkan saya pada pengalaman menjadi pekerja paruh waktu di jasa penulisan ketika memberikan penawaran harga. Continue reading

Jika Saya Tidak Menambahkan Kamu Sebagai Teman di Path

Tulisan ini saya tujukan untuk temanteman yang telah mengirimkan request untuk menjadi teman saya di Path. Atau kamukamu yang baru ingin meng-invite saya menjadi temanmu di Path. Atau kamukamu yang ingin tahu apakah saya punya akun Path atau tidak. Semoga dengan membaca tulisan ini, hubungan kita masih tetap akan baik tanpa terkoneksi di Path.

Sebelumnya, saya ingin menceritakan dulu kepada temanteman tentang bagaimana saya bisa memiliki akun Path. Setelah sekitar 2 tahun menjadi trend, saya baru memiliki akun Path pada bulan Agustus 2014. Itupun melalui pertimbangan yang panjang. Sampai dua bulan menggunakan, saya belum meng-add seorang temanpun di Path. Awalnya, saya mengunakan Path memang untuk mencurahkan kegalauan, yang rasanya tidak pantas lagi saya keluarkan di Twitter atau FB, mengingat umur 😀 Continue reading

Mazhab Paling Baik dalam Islam

Sewaktu SMA, gue dan beberapa teman cukup dekat dengan guru agama Islam. Mungkin karena Bapak Guru kami itu terhitung cukup muda dan open minded. Aktivitas gue sebagai ketua Rohis juga membuat hubungan saya dan Pak Zafari cukup intens. Beliau sering menyempatkan dudukduduk di mushola bersama kami seusai pulang sekolah.

Namun, di balik kedekatan tersebut sebenarnya ada desasdesus tentang Pak Zafari yang membuat kami seringkali membuat jarak dengannya. Kami yang mayoritas dibesarkan di lingkungan NU, mendengar kabar bahwa Beliau adalah lulusan IAIN Jakarta, yang dalam pengetahuan kami waktu itu, mayoritas menganut aliran Muhamadiyah. Sebenarnya tidak ada masalah dengan ke-Muhamadiyah-an tersebut. Hanya saja doktrin dari kecil bahwa Muhamadiyah adalah aliran lain, mengharuskan kami menjaga jarak dengan penganutnya. Tidak menghakiminya, tetapi mempersedikit intensitas berhubungan dengannya. Continue reading

Pangeran Matahari

 

Jauh sebelum manusia menemukan bintangbintang, bumi dihiasi oleh dua matarahi. Manusia menamakannya Elenio dan Elonio. Mereka bangun dan tidur secara bergantian. Ketika Elenio bangun, Elonio tidur. Ketika Elenio tidur, Elonio bangun. Karena kedua matahari bangun dan tidur secara bergantian, dunia tidak pernah malam.

Suatu hari, Elenio dan Elonio ingin bermain bersama. Mereka memutuskan untuk terjaga bersama. Bumi mendadak menjadi sangat panas. Manusia berpeluh dan mengeluh. Elenio dan Elonio kemudian kelelahan dan memutuskan untuk istirahat. Bumi mendadak gelap. Continue reading

Halhal Tidak Disengaja yang Sering Dialami Karyawan

Ada saja kejadiankejadian kecil yang tidak terpikirkan terjadi di tengah kesibukan pekerjaan. Halhal tidak sengaja, yang bisa jadi cukup mengganggu dan membuat mood turun. Saking sibuknya kita dengan pekerjaan, seringkali kita hanya berfokus pada halhal besar dan melupakan halhal kecil ini. Padahal halhal kecil ini bisa jadi berdampak besar untuk kelangsungan pekerjaan kita. Isengiseng saya membuat list tentang halhal tidak disengaja yang sering saya, sebagai karyawan, lakukan dan temui saat melaksanakan pekerjaan, di antaranya: Continue reading

Percaya atau Tidak Percaya

Di awal memulai karir, secara tidak disengaja saya langsung memegang divisi kecil. Baru saja dua bulan saya diangkat menjadi karyawan tetap, setelah 1 bulan berstatus karyawan harian dan satu bulan percobaan, koordinator saya mengundurkan diri. Alihalih mencari koordinator baru, pihak manajemen meminta saya mencari satu orang lagi untuk membantu. Koordinasi diserahkan ke saya.

Meski tertantang, saya yang saat itu masih fresh graduate sedikit shock. Pasalnya, sistem di divisi saya waktu itu, masih berantakan. Tidak ada satu pun atasan saya yang punya background di bidang divisi yang saya tangani. Sementara ada beberapa hal manajerial dan teknis yang hanya dipahami orang-orang yang punya latar Ilmu Perpustakaan. Untungnya, pihak manajemen membebaskan saya membuat konsep dan mengizinkan saya melakukan studi ke lembaga lain. Continue reading