Halhal Tentang Virtual Book Tour

Belakangan, saya sering melihat penerbit atau penulis melakukan Virtual Book Tour atau Book Blog Tour. Cukup senang melihatnya. Pertama kali menggunakan metode promosi ini, referensi yang saya dapat kebanyakan dari penerbit atau penulis luar negeri. Virtual Book Tour memang cukup popular di luar negeri, khususnya untuk penulis buku indie. Saking populernya, sampai ada agency khusus yang menawarkan jasa penyelenggaraan Virtual Book Tour.

Saya sendiri mengenal Virtual Book Tour dari Christian Simamora, yang saat itu menjadi Kepala Desk Fiksi GagasMedia. Abang menunjukkan ke saya sebuah email tentang tawaran menjadi Host untuk Virtual Book Tour sebuah buku horror dari penerbit luar negeri. Merasa tertantang dengan metode promosi baru, saya pun mencari tahu tentang Virtual Book Tour lebih dalam.

Buku Cinta. (dengan Titik) – Bernard Batubara yang diterbitkan Bukune adalah Virtual Book Tour pertama yang saya rancang. Merasa cukup sukses, saya pun mengadakannya lagi untuk mengenalkan penulispenulis debut GagasMedia dengan menyelenggarakan GagasDebut Virtual Book Tour. Setelah itu, saya mulai melihat banyak Virtual Book Tour buku lokal diselenggarakan.

Beberapa Virtual Book Tour yang belakangan bermunculan, kadang membuat saya gemas untuk merancang ulang programnya, apalagi kalau melihat penulis dan bukunya potensial. Saya pun pernah membuat Virtual Book Tour yang saya anggap tidak sukses atau membosankan. Dari beberapa Virtual Book Tour yang saya buat, ada beberapa hal ingin bagikan untuk siapa saja yang ingin menggunakan metode ini untuk promosi buku. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan:

  1. Virtual Book Tour adalah program publisitas. Obyektif penyelenggaraannya melulu antara memperluas jangkauan pembaca atau memperkuat citra penulis. Jangan berharap bisa langsung meningkatkan penjualan buku dengan metode ini. Virtual Book Tour adalah investasi online untuk membangun reputasi penulis/buku. Konten yang disebarkan dalam program ini akan ada selamanya di dunia online sehingga siapa dan kapanpun bisa mengaksesnya. Kalau tujuan berpromosi adalah terjadi penjualan langsung, jangan menghabiskan energi dengan menyelenggarakan Virtual Book Tour. Program “promosi penjualan” (sales promotion) seperti diskon khusus atau penjualan buku berhadiah, akan lebih efektif.
  2. Karena obyektifnya untuk publisitas, konsep Virtual Book Tour harus dipikirkan dengan matang. Virtual Book Tour harus sesuai dengan citra penulis atau buku. Untuk itu, nama, tema, pilihan blogger, desain publikasi sampai konten yang disebar harus mendukung citra yang hendak dibangun. Ingat bahwa dampak Virtual Book Tour akan lebih terasa ke penulisnya daripada ke bukunya (produk) sendiri.
  3. Virtual Book Tour adalah upaya untuk memancing percakapan tentang penulis atau bukunya. Durasinya bisa tiga sampai empat belas hari. Lebih dari itu akan membuat orang jenuh.
  4. Untuk penulis baru atau yang belum cukup terkenal, Virtual Book Tour dengan beberapa buku akan lebih menarik dan kaya konten. Kolaborasikan buku terbaru penulis dengan buku lamanya atau dengan buku dari penulis lain yang memiliki benang merah. Virtual Book Tour untuk satu buku akan lebih hidup apabila penulis yang diangkat sudah terkenal.
  5. Pilih Host yang bisa memperluas pembaca. Bukan berarti harus selalu blogger terkenal. Jangan juga semua adalah blogger buku. Libatkan blogger yang punya pembaca di luar lingkaran penulis atau genre buku. Pintarpintarlah mencari perspektif baru untuk sebuah buku. Misalnya, untuk novel, bisa jadi melibatkan food blogger karena isinya terdapat persoalan kuliner, atau untuk buku self development melibatkan fotografer atau instagramer untuk memposting sneak peak cantik dari buku. Jangan malu berkenalan dengan blogger/netter yang berada di luar lingkaranmu untuk meminta bantuan. Mereka biasanya orangorang yang senang berjejaring. Virtual Book Tour adalah momen yang tepat untuk memperluas networking.
  6. Konten Virtual Book Tour sebaiknya beragam. Jangan melulu meminta Host untuk mereview. Kreatiflah merancang konten untuk Virtual Book Tour. Selain review buku, Host bisa diminta untuk membuat tulisan tentang pengalaman yang berkaitan dengan tema buku. Atau bisa juga berupa sneak peak, yaitu beberapa foto yang menunjukkan bagian menarik di buku. Konten juga bisa berupa wawancara dengan penulis, atau penulis menjadi guest blogger (membuat tulisan untuk diposting di blog milik Host). Virtual Book Tour bukanlah program memperbanyak review di blogger buku.
  7. Kuis berhadiah atau giveaway akan membuat Virtual Book Tour lebih ramai. Jangan pelit menyediakan buku atau merchandise untuk mereka yang sudah meluangkan waktu untuk mengikuti Virtual Book Tour. Tanyakan ke Host apakah mereka bersedia membuat kuis atau giveaway juga di blog atau akun media sosialnya.
  8. Susun jadwal Virtual Book Tour yang memancing orang untuk mengikutinya. Usahakan setiap hari, ada konten yang memiliki perspektif atau disajikan dengan media yang berbeda. Misalkan, hari pertama teks, hari kedua foto, hari ketiga teks, hari keempat video. Selingi review buku dengan materi lain. Jadwalkan di awal, Host yang memiliki influence cukup besar di dunia online. Kalau kebetulan melibatkan beberapa Host yang punya influence cukup besar, selingi jadwal mereka dengan jadwal Host yang influence-nya lebih kecil.
  9. Buatlah jadwal Virtual Book Tour dan publish di website atau blog penulis dan penerbit. Untuk kebutuhan para Host, berikan jadwal detil (sampai jamnya) tentang kapan mereka harus memposting di blog, menyebarkan kontennya di akun media sosial mereka, dan menyelenggarakan kuis.
  10. Minta para Host untuk membuat sedikit pengantar sebelum menyebarkan link posting-an mereka di akun media sosial. Pengantar bisa dua sampai lima kalimat atau twit. Pengantar akan memancing orang untuk membuka link posting yang akan Host sebarkan.

Virtual Book Tour bisa diselenggarakan oleh penerbit ataupun penulis sendiri. Kalau melihat jadwalnya mungkin terlihat sederhana. Dalam pelaksanaanya, Virtual Book Tour membutuhkan intensitas cukup tinggi karena membangun pondasi relationship bagi penyelenggara, Host, dan pembacanya. 10 hal di atas dituliskan berdasarkan pengalaman menyelenggarakan beberapa Virtual Book Tour, bisa jadi pengalaman yang berbeda dialami penyelenggara Virtual Book Tour lainya.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s