Tarif Profesional

Beberapa waktu lalu media sosial sempat heboh dengan beredarnya screen capture percakapan seorang penulis best seller dengan panitia penyelenggaraevent sastra kelas ASEAN. Dalam percakapan tersebut, penulis best seller, yang sepertinya diwakili manajernya, menyampaikan syarat untuk menjadikannya nara sumber dengan tarif 25.000.000 di luar transportasi dan penginapan. Panitia penyelenggara (yang adalah penulis juga) nampak kaget dan gusar dengan tarif yang dirasanya terlalu besar untuk penulis best seller tersebut. Menurutnya, tarif tersebut adalah tarif penulis peraih Nobel, bukan sekelas penulis Indonesia yang belum punya penghargaan sastra, meskipun semua buku si penulis laris bak kacang goreng.

Percakapan penulis dan penyelenggara event tersebut mengingatkan saya pada pengalaman menjadi pekerja paruh waktu di jasa penulisan ketika memberikan penawaran harga. Sebagai penyedia jasa penulisan, beberapa kali saya bertemu dengan klien yang masih belum terbiasa dengan tarif profesional dari bisnis tulisan. Hal ini seringkali menyebabkan sang klien memberi respon yang terdengar kurang nyaman dan meremehkan kemampuan menulis. Awalawal, saya sempat terganggu, namun lamalama saya bisa memahami dan membiasakan diri.

Menentukan tarif profesional untuk pekerjaan menulis memang tidak gampang. Banyak yang mengajarkan teknik menulis dan cara menjadi penulis profesional, tapi belum pernah saya baca yang memaparkan tentang cara menentukan tarif sebuah tulisan. Tarif menulis tidak dapat dihitung dari jumlah halaman, kata atau karakter seperti pekerjaan editing atau terjemahan. Banyak hal-halintangible (tak kasat mata) yang dilakukan seseorang ketika membuat tulisan dan tidak bisa diabaikan dari perhitungan harga.

Pertama kali mendapat pekerjaaan paruh waktu untuk menulis, saya pun sempat khawatir dengan harga yang saya tawarkan. Apakah sudah pas, terlalu mahal atau terlalu murah? Keterampilan menulis, meski tidak semua orang memilikinya, seringkali dianggap remeh sehingga seringkali dilupakan dalam anggaran. Padahal, keragaman jenis tulisan dan fungsinya mensyaratkan kemampuan yang berbeda-beda dalam penulisannya. Misalnya gaya bahasa penulisan materi promosi tidak akan seformal penulisan administratif, penulisan artikel media cetak berbeda dengan penulisan artikel untuk website yang mempertimbangkan SEO, penulisan profil lembaga tidak akan berbunga-bunga seperti penulisan fiksi dan sebagainya. Tidak setiap orang yang menguasai jenis tulisan tertentu akan bisa menulis untuk jenis tulisan lain, walaupun tidak tertutup seseorang menguasai banyak jenis tulisan. Keragaman ini juga seringkali membuat tarif penulisan berbeda-beda untuk setiap jenis tulisan.

Jenis tulisan biasanya menjadi patokan awal saya menentukan tarif ketika ada tawaran menulis. Dari jenis tulisan, saya akan bisa melihat seberapa besar modal sosial saya untuk jenis tulisan tersebut. Modal sosial berkaitan dengan pengalaman (portfolio) saya dan akan berefek pada kepercayaan klien. Modal sosial menentukan nilai jual saya pada jenis tulisan yang diminta. Setelah jenis tulisan dan modal sosial, barulah saya melihat tingkat kesulitan konten yang berefek pada riset yang diperlukan serta risiko-risiko yang mungkin terjadi. Dari hal-hal tersebut biasanya saya menentukan tarif penulisan yang saya berikan.

Hal-hal di atas dialami juga oleh teman saya yang berprofesi sebagai desainer. Seringkali orang mengagumi karya mereka, namun keberatan untuk membayar sesuai tarifnya. Inilah yang melatarbelakangi kami mendirikan ninetofive.id. Kami percaya bahwa  tulisan dan desain bisa dikembangkan menjadi bisnis profesional sehingga tidak lagi dipandang sebelah mata. Tulisan dan desain adalah akar dari bisnis konten yang belakangan marak dikembangkan.

Nah, bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah Anda seorang profesional yang mengalami hal yang sama? Bagaimana Anda menghadapi persoalan tarif profesional ini? Silakan berkomentar.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s