5 Alasan Memilih Hotel Tibera untuk Menginap di Bandung

Sekali sebulan, saya punya ritual sehari bermalasmalasan di sebuah hotel. Selain ingin mencari suasana baru, saya juga ingin memanjakan diri dan mengistirahatkan pikiran sejenak dari kesibukan harian. Hitunghitung bersyukur dan menghadiahi diri sendiri.

Biasanya, selama satu hari penuh, saya akan bermalasmalasan di hotel tersebut. Syukursyukur kalau hotelnya punya area luas untuk berjalanjalan atau melakukan aktivitas lainnya. Kalau tidak, saya hanya akan tidurtiduran di kamar hotel dan sesekali turun ke restorannya. Karenanya, penting bagi saya mendapatkan hotel yang nyaman dan tidak membosankan untuk menghabiskan lazy day saya.

Awal April, secara random saya membooking kamar di Hotel Tibera untuk lazy day. Seumur hidup, meski sudah bolakbalik ke Bandung, saya belum pernah mendengar hotel ini. Rating dan review yang bagus di Traveloka, membuat saya tertarik mencoba Hotel Tibera. Harga Hotel Tibera di Traveloka pun terhitung murah, hanya Rp. 263.000. Dengan harga tersebut, saya mendapatkan pengalaman menginap yang melebihi harapan saya. Berikut 5 hal yang membuat Tibera hotel begitu mengesankan buat saya:

1) Kamar di Hotel Tibera ditata dengan sangat apik, sederhana namun berkelas. Furniture yang digunakan tidak berlebihan secara warna, bahan dan desain, namun tidak terlihat murahan. Di hotel sekelasnya, biasanya pencahayaan hanya sekedar penerang. Tibera menata lampulampu kamar secara fungsional dengan tetap menjaga nilai artistik. Ventilasi kamar sangat baik. Kamar mandinya pun bersih. Tiap kamar memiliki balkon menghadap taman kecil. Meski ukuran kamar terhitung kecil, namun saya sangat suka menginap di Tibera. Energi hotel ini sangat positif dan menenangkan. Di pagi hari, saya memutuskan untuk extend satu hari lagi saking bahagianya menginap di sini.

2) Sarapan Hotel Tibera terasa seperti sarapan di ruang makan keluarga. Dominasi tekstur kayu membuat area sarapan menjadi sangat hommy. Menu sarapan memang tidak terlalu beragam. Hanya ada menu nasi dan lauknya, roti, omelet, fresh juice, kopi, dan teh. Mereka juga menyediakan mie instan yang mereka akan buatkan jika ada tamu yang menginginkan. Karena jumlah kamar di Tibera hanya 16 kamar, sarapan di Tibera menjadi tidak bising. Di luar jam sarapan, restoran ini bisa digunakan dudukduduk oleh tamu hotel untuk bekerja atau ngobrol jika jenuh di kamar.

3) Hotel Tibera berada di pusat kota Bandung, namun jauh dari keriuhan. Hal ini disebabkan karena Jl. Taman Cibeunying bukanlah jalan utama atau jalan yang dilalui angkutan umum. Bagi yang senang berjalan kaki seperti saya, posisi Tibera Hotel sangat membantu. Saya bisa jalan kaki menyusuri Jl. R.E. Marthadinata hingga Riau kalau ingin melihat keramaian. Saya juga menyusuri Taman Cibeunying yang berderetan dengan Taman Lansia untuk menuju Gedung Sate dan Gasibu. Temuan yang saya paling suka adalah posisi Hotel Tibera ternyata berdekatan dengan Kopi Anjis di Jl. Bengawan, salah satu tempat ngopi favorit saya di Bandung. Bagi yang membawa kendaraan, lokasi Hotel Tibera akan sangat menguntungkan karena punya banyak jalan alternatif dari dan menuju hotel ini. Hal ini akan sangat membantu menghindari kemacetan buat yang hendak mengunjungi tempat istimewa di pusat kota Bandung.

4) Hotel Tibera memiliki kafe kecil nan cantik menghiasi terasnya apabila hendak mengadakan meeting namun malas jauhjauh dari hotel. Kafe tersebut bernama Kopi Koentji yang memiliki kapasitas 8-10 orang. Perpaduan klasik dan kontemporer pada interior kafe, membuat Kopi Koentji menjadi enak dilihat dan asik untuk ngobrol. Makanan dan minumannya pun cukup murah, paling mahal Rp. 25.000.

5) Hotel Tibera melarang tamu merokok di dalam kamar, tapi tamu yang merokok bisa menggunakan balkon yang ada di setiap kamar. Bisa juga ke restoran dan kafe. Beberapa tempat duduk di koridor hotel yang posisinya tidak jauh dari kamar juga bisa digunakan untuk merokok atau menerima tamu.

Saat check out, saya mendapat informasi dari resepsionis Hotel Tibera bahwa mereka baru saja me-launch Hotel Tibera di daerah Punclut, Cieumbeluit, Bandung. Selain lokasinya yang berbeda, Hotel TiberaPunclut lebih luas dan memiliki kamar yang lebih banyak. Mudahmudahan, lain waktu saya bisa menginap di Hotel Tibera kedua ini.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s