Halhal Tentang Virtual Book Tour

Belakangan, saya sering melihat penerbit atau penulis melakukan Virtual Book Tour atau Book Blog Tour. Cukup senang melihatnya. Pertama kali menggunakan metode promosi ini, referensi yang saya dapat kebanyakan dari penerbit atau penulis luar negeri. Virtual Book Tour memang cukup popular di luar negeri, khususnya untuk penulis buku indie. Saking populernya, sampai ada agency khusus yang menawarkan jasa penyelenggaraan Virtual Book Tour.

Saya sendiri mengenal Virtual Book Tour dari Christian Simamora Continue reading

Asal Muasal Pohon Kumis Kucing*

—–

Dulu, ada sebuah kerajaan yang amat makmur dan sentosa. Dia dipimpin oleh seorang raja yang bijaksana dan baik hati. Sang raja senang membuat rakyatnya berbahagia. Senyum selalu mengembang di wajahnya. Jarang sekali sang raja nampak marah. Sikap sang raja membuat ia amat dicintai penduduk di kerajaan itu.

Sang raja amat menyukai kucing. Dia memelihara banyak kucing dengan berbagai jenis. Para kucing hidup senang di istana karena dirawat dengan penuh kasih sayang. Sang Raja juga membuat aturan untuk memperlakukan kucing dengan penuh cinta. Dia memberi hukuman untuk penduduk yang menyiksa atau menelantarkan kucing. Continue reading

Stok Terakhir “Empat Cangkir Kenangan”

cover depan empat cangkir kenanganBeberapa hari lalu, saya membongkarbongkar kotak penyimpanan buku saya dan menemukan 30 eksemplar buku “Empat Cangkir Kenangan”. Buku ini saya produksi saat menggeluti serbaindie.com, sebuah website yang direncanakan untuk mewadahi distribusi  produkproduk indie. Karena satu dan beberapa hal serbaindie.com sekarang sudah tidak aktif lagi.

Setahun ini, beberapa kali ada yang ingin menanyakan buku Empat Cangkir Kenangan ini. Saya tidak sempat menindaklanjutinya karena berbagai kesibukan. Untuk itu, saya bermaksud menjual stok terakhir buku “Empat Cangkir Kenangan” untuk temanteman yang mungkin masih ingin memilikinya.

Bagi yang berminat bisa memesannya ke omemdisini@gmail.com di rentang tanggal 18-20 Februari 2014. Harga buku adalah Rp. 54.000 + ongkos kirim. Buku akan saya kirimkan tanggal 22 Februari 2014.

Bagi yang belum pernah tahu tentang buku ini, berikut deskripsi singkat mengenai “Empat Cangkir Kenangan”:

cangkirEmpat Cangkir Kenangan adalah antologi puisi dari empat penyair muda yang berasal dari empat kota di Indonesia: Adimas Immanuel (Solo), Bernard Batubara (Pontianak), Esha Tegar Putra (Padang), dan Mohammad Irfan (Ambon). Mereka adalah empat titik yang dipisahkan jarak. Lalu puisi, cinta, dan kenangan, merentang sebagai garis yang menyatukan mereka.

Keempat pemuda yang usianya belum sampai tiga puluh tahun ini, mempersembahkan karya mereka. Cinta, puisi, dan kenangan adalah garis yang menghubungkan ungkapan mereka sebagai sebuah bidang. Di atasnya terhidang empat cangkir pengalaman personal dengan cita rasa universal.

Empat manusia

Empat kota

Empat kenangan

Reading mood:

Saat sedang gundah gulana, Empat Cangkir Kenangan bisa menjadi semacam terapi kata-kata yang menenangkan. Puisi-puisi empat penyair muda ini tidak hanya menguak kenangan tapi juga memetakan perasaan.

cangkir jejer

Random Awesome Day Kita

Halo Dea,

Mengakhiri bulan Januari 2015 merupakan hari yang spesial buat gue. Pertama, hari ini adalah hari pertama proyek #30HariMenulisSuratCinta yang udah lima tahun gue dan anakanak @PosCinta rutin laksanakan. Kedua, besok, 31 Januari 2015, kita akan melakukan lagi Random Awesome Day sesuai rencana. Ketiga, surat ini gue tulis untuk menjahit dua hal spesial itu jadi kado buat sahabat terdekat gue, yaitu elu. Anjis, ini Leo gombal banget yak 😀

Ngomongngomong soal Random Awesome Day Sabtu nanti, kayaknya kemungkinan besar gue harus bolakbalik Jakarta-Bandung di hari itu juga. Tadinya mau berangkat Jumat, tapi malem masih ada meeting dan males juga harus menempuh ke Bandung dalam 6 jam di malam Sabtu. Yang ada gue males bangun pagi dan males jalan nanti. Hari Minggu-nya juga harus ke Surabaya-Malang buat ngurus roadshow Raditya Dika. Sibuk banget yah kayaknya… Continue reading

Persoalan Memperbaiki

Beberapa hari lalu, saya mendapat postingan yang membuat hati berbunyi “DEG!” di tumblr. Postingan tersebut berupa foto seperti ini:

Postingan itu membuat saya teringat dengan Ibu dan Almarhum Bapak saya. Saya seringkali bertanyatanya bagaimana mereka bisa bertahan. Selain zodiak mereka yang tidak kompatibel – Ibu saya Aries dan Almarhum Bapak saya Gemini – banyak hal yang menurut saya yang bisa menjadi alasan rasional untuk mereka bercerai.

Ibu saya tidak lembut, tidak berpendidikan tinggi. Continue reading

Jalan Kaki

Dua hari ini, saya menghabiskan sore hari dengan berjalan kaki. Hari pertama, dari Perempatan Ragunan ke Tanjung Barat. Hari kedua, dari Pejaten Village ke Tanjung Barat. Sudah lama sekali rasanya saya tidak berjalan kaki seperti ini. Saya berterima kasih sekali kepada Maria Popova yang menuliskan The Spirit of Sauntering: Thoreau on the Art of Walking and the Perils of a Sedentary Lifestyle di braingpickings.org. Tulisan tersebut mengingatkan saya tentang aktivitas penghilang stres yang paling mujarab buat saya. Setahun ini, aktivitas berjalan kaki saya bisa dikatakan nyaris berkurang. Padahal, saya termasuk orang yang suka sekali berjalan kaki.

Saya dilahirkan di keluarga yang kebetulan tidak memiliki kendaraan. Hal itu membuat saya terbiasa berjalan kaki dari kecil. Sewaktu SD, saya harus berjalan sepanjang 2 KM setiap pagi menuju ke sekolah. Jalan menuju sekolah saat itu tentu saja masih menyenangkan karena  belum banyak rumah dan gedung. Continue reading

Dua Rumah yang Jendelanya Terbuka

Dua rumah, berdiri berdampingan di satu tempat. Satu di sebelah Utara, satu di sebelah Selatan. Jendela mereka yang menghadap bintangbintang, sudah beberapa lama terbuka. Tadinya, bintangbintang mengira pemilik rumah senang menatap mereka dari jendelanya. Ternyata, siang hari pun, jendela kedua rumah masih saja terbuka.

Diutuslah satu bintang untuk mengintip ke kedua rumah tersebut. Pemilik rumah tak ada. Bertanyalah dia pada kedua rumah itu, “Ke mana pemilik kalian?”

A post shared by Harits R Paramasatya (@hrpsatya) on

Continue reading