Tarif Profesional

Beberapa waktu lalu media sosial sempat heboh dengan beredarnya screen capture percakapan seorang penulis best seller dengan panitia penyelenggaraevent sastra kelas ASEAN. Dalam percakapan tersebut, penulis best seller, yang sepertinya diwakili manajernya, menyampaikan syarat untuk menjadikannya nara sumber dengan tarif 25.000.000 di luar transportasi dan penginapan. Panitia penyelenggara (yang adalah penulis juga) nampak kaget dan gusar dengan tarif yang dirasanya terlalu besar untuk penulis best seller tersebut. Menurutnya, tarif tersebut adalah tarif penulis peraih Nobel, bukan sekelas penulis Indonesia yang belum punya penghargaan sastra, meskipun semua buku si penulis laris bak kacang goreng.

Percakapan penulis dan penyelenggara event tersebut mengingatkan saya pada pengalaman menjadi pekerja paruh waktu di jasa penulisan ketika memberikan penawaran harga. Continue reading

Advertisements